Ini adalah undangan acara makan malam biasa
Dan kebetulan undangan makan malam pertama saya di Hong Kong, ketika saya baru saja pindah tugas. Sembari makan malam, mata saya selalu saja risih, berkeliling melihat teman-teman yang hadir ketika itu selalu saja mengetukkan jari2nya di meja….
APAAN SEHHHH?! Tanya saya, sambil berbisik kepada salah satu tim saya yang duduk disamping.
“Pak, itu mereka mengetukkan jari, sebagai tanda terima kasih karena cangkirnya diisi kembali.” Begitu penjelasannya.
Masih juga menasaran saya sedikit protes, “Loh kok nggak bilang ‘emkoy’…..gitu aja kan lebih sopan?” (Note : Emkoy = TERIMA KASIH, dalam bahasa Cantonese)
“He he…ada ceritanya Pak, sudah….. mulai sekarang ikuti saja tata cara ini dan nanti saya terangkan setelah acara dinner selesai.” Saran dari tim saya tersebut.
Bayangkan, berkali2 cangkir saya selalu saja diisi ulang, baik oleh partner saya yang saat itu sebagai host dinner, juga oleh waiters yang berkeliling setiap saat di seputar meja kami. Dan berkali2 pula saya harus mengetuk2kan jari ke meja, tanda terima kasih. Kembali saya berbisik ke tim saya “sepertinya lama2 jari saya linu neh, harus mengetuk2 berulang2….”
“Kalau begitu tahan jangan diminum dulu Pak supaya tidak dituang kembali.”
Ha ha ha…………………..! gila!
Dan dinner pun berakhir. Terkuaklah akhirnya cerita dibalik ini semua.
Syahdan….Konon kabarnya pada jaman dahuku kala, seorang Raja yang bertahta di China, mencoba keluar dari kerajaan dan berpura2 menjadi rakyat biasa untuk melihat kondisi rakyatnya secara langsung. Dengan berpakaian tertutup lengkap dengan tutup kepala lebar dari bambu, Sang Raja pun bercampur dengan rakyat kebanyakan di kerumunan.
Akhirnya sang Raja pun menghambur disebuah perhelatan pesta rakyat yang diadakan oleh seorang pemangku wilayah atau setara dengan Bupati. Dan pada acara itu, sang Bupati menjamu serta menggilir satu-persatu mengisi cangkir rakyat dengan teh, secara berkeliling.
Dan ketika tiba giliran Cangkir sang Raja diisi, karena takut ketahuan menyamar, maka Sang Raja pun berpura2 menunduk serta menjentikkan jari2nya di meja sebagai ucapan terima kasih, tanpa bersuara dan memperlihatkan mukanya.
Walhasil, hingga sekarang kebiasaan itu pun tetap berlangsung di Hong Kong di setiap acara makan.
He he he jadi, jika Anda berkunjung ke Hong Kong & diundang makan, gunakanlah cara ini….pasti akan lebih diterima oleh kolega Anda….!
Ayo…………! Nikmati pengalaman unik KULINER di HONG KONG, bersama Garuda Indonesia, penerbangan Non Stop dari JAKARTA, SURABAYA & BALI!
Photo by : amy
Untuk HONG KONG ‘RIUH RENDAH’







