Hidupnya penuh luka….
Merambat,… bergejolak…. namun dia tetap tegar di tengah hingarnya Jakarta, sang Bulan menyesak dengan dayanya yang lemah. Gadis asal Karanganyar yang dibesarkan di sebuah pedesaan bernama Berjo.
Mimpinya membesar, ingin menaklukkan dunia dengan tangannya yang berkulit hitam langsat. Di tengah tegapnya badan mungil yang tertopang tulang kerontang.
Boelan kini terpendam, dia masih berjuang, untuk mencapai keinginan yang menjulang, dia ingin hidup di sebuah kota idaman bernama PARIS.
Mimpinya yang tak kan pernah padam, sejak dia bisa membaca dan belajar, keinginannya adalah melihat sang MENARA EIFFEL, di setiap kelopak matanya terbuka di setiap pagi tiba.
MENARA EIFFEL, adalah Menara yang selalu menusuk mata batinnya, dan mengganggu pikiran untuk suatu saat bisa menyentuhnya.
Boelan….kini merenda hubungan dengan seorang Pangeran tampan rupawan. Bergelar bangsawan yang kini selalu menemani hatinya yang gelisah, menunggu saatnya sang pangeran merengkuh dan membawanya jauh…jauh.!.jauh….!.
meninggalkan Indonesia, meninggalkan Desanya, meninggalkan semua kenangan masa kecilnya….
Demi sebuah cinta
Demi sebuah impian…..dan masa depan.
Boelan, selamat jalan, dan peluklah mimpi-mimpi itu, sejauh jemari kakimu menggamit dasar citamu..
Kami semua temanmu, kan menunggu, senyummu hadir kembali di tanah yang telah membesarkanmu..
Suatu hari….di desa Berjo…sudut Karanganyar…
saat Rembulan malam menyapa malam-malammu..
Model : Sang Boelan
Photo by : riza perdana kusuma (traditional lighting exploration)
Album & Tulisan ini, seperti album2 SOSOK di Wall FB saya yang lalu, saya dedikasikan buat teman2 yang memiliki kisah unik dalam mimpi2nya. Kisah yang menginspirasi dan bisa memberi pelajaran bagi sesama. Cerita Bulan diatas adalah kisah nyata yang sempat diceritakan yang bersangkutan, kepada saya dan memberi pelajaran kepada saya, untuk setiap kita tetap maju di tengah perjuangan yang melelahkan dan panjang. Dan tak pernah berhenti berusaha untuk mencapainya.







