FENOMENA BANYAKNYA MOBIL KOTOR DI CHINA SELATAN

riza March 11, 2011 0

Mobil Kotor“Mobil Kotor? He he he..maaf nggak deh, tidak mencerminkan saya banget!” Gerutu teman saya melihat kondisi mobil2 di China yang jarang tampak bersih, waktu itu kami satu kendaraan berkeliling sebuah kota di China Selatan.

“Wah kalau mau selalu bersih mobilnya disini, sepertinya bakal pegel Mas. Bayangkan saja, selesai dicuci, jalan 500 meter, maka mobil akan kembali kotor. Lihat itu di jalanan, mana ada mobil bersih..he he. Udaranya saja penuh debu” Kata salah satu teman saya yang lain.

Benar juga, berkali-kali kamera yang saya tembakkan ke arah mobil yang ada di sekitar, hampir semuanya ‘kotor’. Nggak cuma mobil angkutan umum, kendaraan pribadi, mulai yang murah hingga merek mahal. kebanyakan kotor..he he he

Ketika saya berkeliling di pusat kota, semua tampak rapi dan sangat modern. Kemudian ke arah pinggiran, tampak sekali area yang rata dengan tanah dan secara jelas, bangunan2nya di hancurkan.

Menurut informasi, semua akan mendapat giliran untuk diperbaharui serta diganti bangunan baru yang lebih modern. Dikarenakan proses ini, seringkali suasana kota kusam, berdebu dan gelap. Yang menyebabkan mobil cepat kotor dan kondisi udara kurang segar.

Inikah proses percepatan pembangunan China itu? Sehingga dengan tahapan yang berskala besar, menyulap dengan kilat bentuk fisik kota?

Sepertinya memang begitu.

Itulah mengapa jika anda berkunjung ke China dalam hitungan tahun, akan banyak sekali menemui perubahan yang sangat berarti. Pemerintah China gencar mengembangkan sebuah wilayah yang kurang potensial, terkadang mereka juga rela memberikan hibah kepada beberapa pengusaha yang potensial untuk mau membangun, asal dengan konsep dan rencana yang jelas. Dan pastinya memiliki modal yang kuat. Bukan coba-coba!

Benar2 semangat membangun yang luar biasa!

Eksplorasi daratan China melalui Hong Kong ! Nikmati penerbangan Garuda Indonesia, The 4 Star Airline by SKYTRAX.

Non Stop Flight dari Jakarta, Surabaya & Bali ke Hong Kong

Photo by : riza perdana kusuma

Share

Leave A Response »